Rabu, 09 Maret 2016

Kyorugi

Tae Kwon Do, ilmu beladiri yang berasal dari korea mengutamakan ketahanan, kecepatan, fisik, dan kekuatan mental. perkelahian bebas (sparring) atau di dalam bahasa korea disebut “kyorugi” berasal dari akar kata “Kyoruda” yang berarti adu kekuatan fisik dan mental ( spirit)
Kyorugi saat ini adalah pertarungan antara dua orang Taekwondoin dimana mereka saling serang dan bertahan untuk menjatuhkan lawannya dengan menggunakan teknik-teknik tendangan maupun pukulan yang diajarkan di taekwondo
Dalam melakukan kyorugi maka diperlukan ketahanan fisik, kecepatan aksi-reaksi, fleksibilitas, variasi2 tendangan , serangan-pertahanan dan juga mental yang kuat. jadi singkatnya, kyorugi merupakan manifestasi dari fisik, mental dan juga semua gerakan dasar dari taekwondo
CR : Informasi Kalian
Aturan Dalam Pertandingan Kyorugi :
1. Peraturan pertandingan menggunakan peraturan terbaru yang mengacu pada “World Taekwondo Federation Competition Rules” dan akan dijelaskan pada saat technical meeting
2. System pertandingan menggunakan system gugur
3. Untuk Kyorugi mininal tiap kelasnya berjumlah 4 (empat) orang. Jika kurang maka akan dinyatakan eksebisi
4. Atlet Kyorugi minimal penyandang sabuk hijau
5. Panitia tidak melayani protes
CR : dunia remaja
Di dalam melakukan kyorugi, maka ada beberapa unsur yang harus dilatih di samping mental (spirit) , adapun unsur-unsir itu adalah:
A. Tehnik Tangan dan Kaki
1. Tehnik tangan
gerakan tangan lebih cepat daripada kaki bila berada dalam jarak dekat, maka teknik tangan perlu dilatih dengan baik.
adapun trehnik tangan bisa dibagi menjadi:
a. Pukulan tangan ke belakang
b. pukulan tangan ke belakang
c. tangkisan
2. Tehnik kaki
banyak sekali tehnik kaki / tendangan dari taekwondo di dalam melakukan kyorugi. untuk memudahkannya dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu:
a. Tendangan dasar (basic kick)
misal : -apchagi (momtong, eugol), yeopchagi,dwichagi.dll
b. Tendangan kombinasi ( combination kick)
1. Tendangan untuk menyerang (Attack Kicks)
misal : idan dolyo chagi (momtong,eugol), idan ap hurigi, dolke chagi, dll
2. tendangan balasan (counter attack)
misal: appal chagi, mat badat, nare chagi, dll
CR : TKDPemKabProv
Pemahaman Dasar Kyorugi
Dalam pertandingan Kyorugi ternyata banyak ketidakpuasan dan protes yang sering berujung tindakan yang kurang terpuji dari atlit, pelatih maupun orang tua atlit, ternyata banyak disebabkan oleh kurangnya pemahaman aturan pertandingan yang menjadi dasar pernilaian.
Untuk itu di bawah ini akan disampaikan dasar-dasar penilaian suatu pertandingan Kyorugi, berdasarkan Peraturan Kompetisi dan Interpretasi WTF, terbaru yang diamandemen tanggal 7 Oktober 2010, Artikel 11 tentang Teknik dan Area yang diijinkan dan Artikel 14 tentang Larangan dan Hukuman.
Dalam pertandingan Kyorugi atlit harus mempergunakan Teknik yang diijinkan dan mengenai Area Nilai yang sah:
1. Teknik yang diijinkan
1.1 Teknik Tangan, melancarkan pukulan dalam jarak yang rapat dan tepat.
1.2 Teknik Kaki, melancarkan tendangan dengan bagian kaki di bawah mata kaki.
2. Area serangan yang diijinkan
2.1 Pelindung badan, menyerang dengan teknik tangan maupun kaki ke area yang terlindung pelindung badan diijinkan, kecuali ke arah tulang belakang.
2.2 Muka dan kepala, termasuk kedua telinga dan belakang kepala, hanya teknik kaki yang diijinkan untuk menyerang area kepala.
Di bawah ini adalah daftar tindakan yang dilarang dalam Kyorugi dibagi 2, terdiri dari :
Tindakan yang dilarang yang akan mendapatkan “Kyong-go” ( pengurangan Nilai 0,5 ) :
1. Melewati garis batas arena pertandingan.
2. Menghindar dan menunda pertandingan.
3. Jatuh atau menjatuhkan diri.
4. Memegang, menahan atau mendorong lawan.
5. Menyerang di bawah pinggang.
6. Menyerang dengan lutut.
7. Menyerang muka/kepala lawan dengan tangan.
8. Sikap yang tidak patut, baik oleh atlit maupun pelatihnya.
9. Mengangkat lutut, untuk menghindari maupun menghambat serangan yang sah.
Tindakan terlarang yang akan mendapatkan “Gam-jeom” ( pengurangan Nilai 1)
1. Menyerang lawan setelah “Kal-yeo” (setelah dihentikan wasit tengah)
2. Menyerang lawan yang telah jatuh.
3. Menjatuhkan lawan dengan memegang atau menahan kaki sedang menyerang ataupun mendorong lawan dengan tangan.
4. Dengan sengaja menyerang muka/kepala lawan dengan tangan.
5. Interupsi jalannya pertandingan oleh peserta maupun pelatihnya.
6. Mengacau dan bersikap tidak terpuji oleh peserta maupun pelatihnya.
7. Mencurangi sistem penilaian elektronik dengan memanipulasi atau menaikkan kepekaan perlengkapan pertandingan.
Mendapatkan Dua “Kyong-go” akan dihitung sebagai tambahan 1 poin untuk lawan.
Bila mendapatkan “Gam-jeom” akan dihitung sebagai tambahan 1 poin untuk lawan.
Lawan akan dinyatakan menang bila mendapat jumlah 4 poin dari “Kyong-go” maupun “Gam-jeom” yang kita lakukan, walaupun saat itu poin kita lebih tinggi.
Untuk itu seharusnya kita berhati-hati agar tidak mendapat “Kyong-go” maupun “Gam-jeom” dari wasit, dengan bertanding yang baik dan sportif dan memahami aturan pertandingan.
Skema Skoring Kyorugi WTF
Tahukah Anda bahwa berdasarkan Peraturan Kompetisi dan Interpretasi WTF, terbaru yang diamandemen tanggal 7 Oktober 2010, Artikel 12, tentang Nilai yang sah, sbb :
1. Area Nilai yang Sah
  • 1.1. Badan : Seluruh area badan yang terlindungi oleh pelindung badan yang berwarna merah maupun biru.
  • 1.2. Kepala : Muka dan seluruh kepala yang memakai pelindung kepala, termasuk kedua telinga dan belakang kepala.
2. Nilai/poin hanya diberikan bila dilakukan dengan teknik yang diijinkan dan dilancarkan dengan tepat dan kuat pada bagian Area Nilai yang sah.
3. Nilai yang sah terbagi atas
  • 3.1. Satu(1) poin untuk serangan yang sah pada pelindung badan.
  • 3.2. Dua(2) poin untuk serangan yang sah pada pelindung badan bila dilakukan dengan teknik tendangan berputar.
  • 3.3. Tiga(3) poin untuk tendangan yang sah di kepala.
  • 3.4. Empat(4) poin untuk tendangan yang sah di kepala bila dilakukan dengan teknik tendangan berputar.
4.Nilai pertandingan, merupakan jumlah poin dari 3 ronde yang dipertandingkan.
5. Bila ada poin yang didapat dari serangan yang terlarang, maka nilai yang terjadi harus dibatalkan

Selasa, 08 Maret 2016

Balqis Adhethea Putri

Balqis Adhethea Putri
X AP2
SMK PANCAKARYA

Taekwondo


Ayah

Ayah ..
Ayah seorang pria yang slalu berkerja keras untuk menafkahi keluarganya , ayah itu pria hebat yang akan tetap berusaha ketika ia merasa lelah dan ia akan slalu berusaha untuk membahagiakan keluarganya . Ayah? Seorang pria kuat yang slalu memberi motivasi untuk anak2nya agar bangkit dan menjadi lebih baik lagi. Mungkin ayah akan menjadi orang terhebat setelah ibu, ayah juga bisa menjadi sperti ibu ketika anak2nya membutuhkan dia , ketika anak2nya mengeluh kepada dia . Ayah semoga ayah akan tetap sehat , tetap menjadi motivasi untuk keluarga , tetap menjadi pria hebat yang bertanggung jawab untuk keluarga . Ayah panjang umurya , ayah harus sehat slalu agar nanti aku bisa bahagiain ayah sama mama ketika aku sukses nanti .. AMIN.

Sahabat

Sahabat adalah orang yang berharga dikehidupan kita setelah keluarga . Ketika sahabat mengkritik bukan berarti ia tidak suka dengan kita, melainkan ia hanya ingin kita menjadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya . Apa sih arti sahabat menurut kalian? Menurut saya sahabat itu seseorang atau beberapa orang yang slalu ada saat kita ngerasa susah,senang,sedih,kecewa bahkan lelah ketika masalah slalu datang . Sahabat juga orang yang akan tetap stay buat kita ketika kita punya masalah yang mungkin orang lain tidak ingin mendengarkan atau memberi motivasi.
Ingat sahabat itu orang yang akan slalu menutupi kekurangan kita, memberi motivasi ketika kita putus asa , slalu ada ketika kita sedang membutuhkan dan slalu mendengarkan ketika kita bercerita . Bahkan sahabat itu akan selalu mengingatkan ketika kita berada dijalan yang salah , bukan malah menjerumuskan kita untuk kejalan yang salah .
Sahabat yang baik itu akan slalu pengertian,jujur,terbuka dan bisa dipercaya . Kadang ketika jauh dari sahabat kita, kita akan merasakan seperti ada yang kurang misalnya yang biasanya bareng2 , ngakak bareng , ceritain semua masalah bareng2, sedih bareng2, makan bareng, bahkan tidur bareng .
Sahabat semoga kita bakalan terus bareng2 dalam keadaan apapun, sometime kita sukses bareng2 juga ya :)

Selasa, 23 Februari 2016

Poomsae

Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
1 Jang : Taegeuk 1 Jang (il jang) merupakan simbol “Keon”, salah satu dari 8 Kwaes (tanda-tanda ramalan), yang berarti “surga dan yang”. Sebagai “Keon” melambangkan awal penciptaan semua hal di alam semesta, jangan melakukan Taegeuk 1 Jang dalam pelatihan Taekwondo. Poomsae ini ditandai dengan kemudahan dalam berlatih, sebagian besar terdiri dari jalan dan tindakan dasar, seperti arae-Makki, momtong-Makki, momtong-jireugi, dan ap chagi-. Para Kup-kelas 8 peserta pelatihan mempraktekkan Poomsae ini.
2 Jang : Taegeuk 2 Jang (ye jang) melambangkan “Tae”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang menandakan ketegasan dalam dan kelembutan luar. Sebuah pengenalan olgul-Makki merupakan pengembangan baru dari Taegeuk Poomsae. Para ap chagi-tindakan muncul lebih sering daripada di Taegeuk 1 Jang. Para Kup-kelas 7 peserta pelatihan mempraktekkan Poomsae ini.
3 Jang : Taegeuk 3 Jang (sam jang) melambangkan “Ra”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili “panas dan cerah”. Hal ini untuk mendorong peserta pelatihan untuk pelabuhan rasa keadilan dan semangat untuk pelatihan. Sebuah prestasi berhasil Poomsae ini akan memberikan peserta pelatihan promosi ke sabuk biru. Tindakan baru sonnal-mok-Chigi dan sonnal-Makki dan dwit-Kubi sikap. Poomsae ini ditandai dengan Makki berturut-turut dan Chigi, dan jireugis lanjutan.Penekanan diletakkan pada serangan balik terhadap lawan Chigi. Para Kup-kelas 6 peserta pelatihan mempraktekkan Poomsae ini.
4 Jang : Taegeuk 4 Jang (sah jang) melambangkan “Jin”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili kekuatan guntur makna yang besar dan bermartabat. Teknik baru sonnal-momtong-Makki, Pyon-anak-kkeut-jireugi, jebipoom-mok-Chigi, yop-chagi, momtong-bakkat-Makki, deung-jumeok-olgul-apchigi dan mikkeurombal [tergelincir kaki] teknik. Berbagai gerakan dalam persiapan untuk kyorugi dan banyak dwit-Kubi kasus menggambarkannya. Para Kup-kelas 5 trainee praktek Poomsae ini.
5 Jang : Taegeuk 5 Jang (o jang) melambangkan “Anak”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili angin, yang berarti baik tenaga besar dan ketenangan sesuai dengan kekuatan dan kelemahan.Gerakan baru saya-jumeok-maeryo-Chigi, palkup-dollyo-Chigi, yop-chagi & yop-jireugi, palkup-Pyo-Jeok-Chigi dan sikap seperti kkoa-seogi, wen-seogi dan oreun-seogi. Ini ditandai oleh makkis berturut seperti daerah-Makki dan momtong-Makki dan juga oleh Chigi thumbling setelah menjalankan. Para Kup-kelas 4 trainee praktek Poomsae ini.
6 Jang : Taegeuk 6 Jang (yok jang) melambangkan “Kam”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili air, yang berarti aliran terus-menerus dan kelembutan. Gerakan baru yang han-sonnal-olgul-bakkat-Makki, dollyo-chagi, olgul-bakkat-Makki dan batang-anak-momtong-Makki selain pyonhi-seogi [sikap di-kemudahan]. Orang harus berhati-hati untuk membuat tanah menendang kaki di tanah dengan benar setelah dyollyo-chagi dan untuk menurunkan tangan dengan panjang sawit itu pada saat memberikan batang-anak momtong-Makki lebih rendah daripada di palmok-Makki. Hal ini dilakukan oleh Kup anak kelas 3.
7 Jang : Taegeuk 7 Jang (chil jang) melambangkan “Kan”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili gunung, yang berarti merenungkan dan ketegasan. Gerakan baru sonnal-arae-makkki, batangson-kodureo-Makki, bo-jumeok-Kawi-Makki, mureup-Chigi, momtong-Hecho-Makki, jechin-du-jumeok-momtong-jireugi, otkoreo-arae-Makki, pyojeok -Chigi, yop-jireugi dan sikap seperti beom-seogi dan juchum-seogi. Koneksi kelancaran gerakan ini penting untuk pelatihan. Praktek Kup-anak kelas 2 Poomsae ini.
8 Jang : Taegeuk 8 Jang (pal jang) melambangkan “Kon”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili “Yin” dan bumi, yang berarti akar dan penyelesaian dan juga awal dan akhir. Ini adalah yang terakhir dari 8 Taegeuk poomsaes, yang dapat memungkinkan peserta pelatihan untuk menjalani Dan [sabuk hitam] tes promosi. Gerakan baru DUBAL-dangsong-bakkat-palmok-momtong-kodureo-bakkat-Makki, twio-chagi, dan palkup-dollyo-Chigi. Penekanan harus diletakkan pada keakuratan melangkah dan perbedaan antara melompat-over tendangan dan DUBAL-dangsong [tendangan melompat alternatif di udara]. The 1st Kup anak kelas praktek Poomsae ini.
Poomsae KORYO : Koryo Poomsae melambangkan “seonbae” yang berarti orang terpelajar, yang ditandai dengan sprit bela diri yang kuat serta sprit seorang terpelajar benar itu. Sprit ini telah diwariskan selama berabad-abad dari Koryo, Palhae dan turun ke Koryo, yang merupakan latar belakang penyelenggaraan Poomsae Koryo. Teknik-teknik baru yang muncul di Poomsae ini kodeum-chagi, opeun-sonnal-bakkat-Chigi, sonnal-arae-Makki, khaljaebi-mureup-nullo-kkokki, momtong-Hecho-Makki, jumeok-pyojeok-jireugi, pyonson-kkeut- jecho-jireugi, batang-anak-nullo-Makki, palkup-yop-chagi, saya-jumeok-arae-pyojeok-Chigi, dll, yang hanya hitam-belters dapat berlatih. Para jumbi-seogi adalah tong-milgi yang memerlukan konsentrasi mental dengan posisi tangan di antara perut atas dan perut bagian bawah di mana “dosa” [ilahi] dan “jeong” [roh] berkumpul. Garis Poomsae mewakili huruf Cina, yang berarti “seonbae” atau “seonbi”, seorang terpelajar atau kebajikan orang dalam bahasa Korea.
Poomsae KEUMGANG : Keumgang [arti berlian] memiliki arti “kekerasan” dan “merenungkan”, Gunung Keumgang di semenanjung Korea, yang dianggap sebagai pusat dari semangat nasional, dan “Keumgang Yeoksa” [Keumgang prajurit] seperti yang disebutkan oleh Buddha, yang mewakili prajurit terkuat, adalah latar belakang denominating Poomsae ini.Teknik-teknik baru diperkenalkan di Poomsae ini batangson-teok-Chigi, han-anak-nal-momtong-an-Makki, Keumgang-Makki, santeoul-Makki, kheun dol-tzogi [engsel besar], dan hak-Dari-seogi. Garis Poomsae adalah simbol dari huruf Cina. Gerakan ini harus kuat dan seimbang sehingga pantas martabat sabuk hitam.
Poomsae TAEBAEK : Taebaek adalah nama sebuah gunung dengan arti “gunung terang”, di mana Tangun, pendiri bangsa orang Korea, memerintah negara itu, dan gunung yang cerah melambangkan kesucian jiwa dan pikiran Tangun dari “Hongik InGaN” kemanusiaan [ yang ideal]. Ada banyak situs yang dikenal sebagai Taebaek, tapi Mt. Paektu, yang telah biasanya dikenal sebagai tempat lahir orang Korea, adalah latar belakang penamaan Poomsae Taebaek. Teknik-teknik baru diperkenalkan di Poomsae ini sonnal-arae-Hecho-Makki, sonnal-opeo-japki [grabbing], japhin-anak-mok-ppaegi [menarik keluar pergelangan tangan tertangkap], Kumkang-momtong-Makki, deung-jumeok-olgul -bakkat-Chigi, dol-tzeogi [engsel], dll Garis Poomsae adalah seperti surat China, yang melambangkan jembatan antara surga dan bumi, yang berarti manusia didirikan bangsa dengan perintah Surga. Gerakan Poomsae yang sebagian besar terdiri dari momtong-makkis dan chigis.
Poomsae PYONGWON : Pyongwon berarti sebuah dataran yang merupakan tanah membentang-out luas. Ini adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk dan lapangan di mana manusia hidup mereka. Para Pyongwon Poomsae didasarkan pada gagasan perdamaian dan perjuangan yang dihasilkan dari prinsip asal dan penggunaan. Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini palkup-ollyo-Chigi, kodureo-olgul-yop-Makki, dangkyo-teok-jireugi, meongye-Chigi, Hecho-santeul-Makki, dll jumbi-seogi adalah moa-seogi- wen-kyop-anak [tumpang tindih tangan kiri], yang memerlukan konsentrasi kekuatan di awal dan sumber kehidupan manusia. Garis Poomsae berarti asal-usul dan transformasi dataran.
Poomsae SIPJIN : Kata “Sipjin” berasal dari pikiran dari 10 umur panjang, yang pendukung ada sepuluh makhluk hidup yang panjang, yaitu matahari, bulan, gunung, air, batu, pohon pinus, ramuan awet muda, kura-kura, rusa, dan derek .Mereka adalah 2 benda langit, 3 sumber daya alam, 2 tanaman dan 3 hewan, semua makhluk manusia memberikan iman, pengharapan dan kasih. Para Sipjin Poomsae melambangkan hal-hal. Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini hwangso-Makki [banteng Makki], anak-Badak [sawit]-kodureo-Makki, opeun-anak-nal-jireugi, anak-nal-arae-Makki, bawi-milgi [batu mendorong] , anak-nal-deung-momtong-Hecho-Makki, kodeo-olligi [mengangkat], chettari-jireugi [garpu-bentuk jireugi], anak-nal-otkoreo-arae-Makki, anak-nal-deung-momtong-Makki , yang menghitung 10. Arti surat Cina sepuluh adalah bentuk garis Poomsae, yang menandakan suatu penomoran yang tak terbatas dari sistem desimal dan pengembangan tanpa henti.
Poomsae JITAE : Kata “Jitae” berarti seorang pria yang berdiri di tanah dengan dua kaki, melihat dari atas langit. Seorang pria di bumi merupakan cara berjuang untuk kehidupan manusia, seperti menendang, perdagangan dan melompat di atas tanah. Oleh karena itu, Poomsae melambangkan berbagai aspek yang terjadi dalam perjalanan perjuangan manusia untuk bertahan hidup. Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini han-anak-nal-olgul-Makki, Keumkang-momtong-jireugi, dan me-jumeok-yop-pyojeok-Chigi saja, dan garis Poomsae menandakan seorang pria berdiri di bumi untuk bertumbuh ke arah langit.
Poomsae CHONKWON : Kata “Chonkwon” berarti Surga Perkasa Agung, yang merupakan asal dari semua makhluk itu dan kosmos itu sendiri. Kompetensi yang tak terbatas menandakan penciptaan, perubahan dan penyelesaian. Manusia telah menggunakan nama Surga untuk semua bentuk duniawi pokok dan makna karena mereka merasa takut perkasa di Surga. Lebih dari 4.000 tahun yang lalu, pendiri bangsa Korea, “Hwanin” berarti Raja surgawi. Ia menetap di kota “surgawi” sebagai ibukota dekat laut surgawi dan gunung surgawi, di mana orang Han sebagai ras surgawi melahirkan tepat melalui dan tindakan dari yang Taekwondo ini berasal. Para Chunkwon Poomsae didasarkan pada sejarah luhur tersebut dan pikiran.
Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di thtis Poomsae adalah nalgae-pyogi [sayap pembukaan], bam-jumeok-sosum-Chigi [buku jari tangan yang menonjol bermunculan Chigi], hwidullo-Makki [berayun Makki], hwidullo-jabadangkigi [berayun dan menggambar], keumgang- yop-jireugi, Taesan-milgi, dll, dan dengan cara berjalan membungkuk. Ciri-ciri gerakan adalah tindakan besar dan bagian lengan membentuk kurva lembut, sehingga melambangkan kebesaran pemikiran Chunkwon. Garis Poomsae “T” melambangkan seorang pria turun dari langit, mengirimkan kehendak Surga, menjadi daya diberkahi oleh Surga dan menyembah surga, yang berarti kesatuan antara Surga dan manusia.
Poomsae HANSU : Kata “Hansu” berarti air adalah sumber zat melestarikan kehidupan dan pertumbuhan semua makhluk. Hansu melambangkan kelahiran kekuatan, kehidupan dan pertumbuhan & kelemahan, kemurahan hati & harmoni, dan kemampuan beradaptasi. Terutama, “han” memiliki berbagai arti, yaitu nama sebuah negara, numerousness, ukuran besar, kemerataan, panjang dan bahkan langit dan akar malam, antara lain. Di atas segalanya, signifikansi di atas, adalah latar belakang pengorganisasian Poomsae ini.
Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini adalah anak-nal-deung-momtong-Hecho-Makki, saya-jumeok-yang-yopkuri [kedua panggul]-Chigi, kodureo-khaljaebi, sebuah-palmok-arae-pyojeok-Makki, anak- nal-keumgang-Makki, dll, dan juga modum-bal sebagai sikap. Tindakan harus dilakukan dengan lembut seperti air tapi terus seperti setetes air berkumpul untuk membuat sebuah samudera. Garis Poomsae melambangkan huruf Cina yang berarti air.
Poomsae ILYEO : Ilyeo berarti membayangkan seorang pendeta Buddha Dinasti Silla yang besar, Saint Wonhyo, yang dicirikan oleh filosofi kesatuan pikiran [semangat] dan tubuh [materi]. Ini mengajarkan bahwa titik, garis atau lingkaran berakhir semua dalam satu. Oleh karena itu, Ilyeo Poomsae merupakan harmonisasi dari roh dan tubuh, yang merupakan esensi dari seni bela diri, setelah pelatihan panjang berbagai jenis teknik dan budidaya spiritual untuk menyelesaikan latihan Taekwondo.
Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini adalah anak-nal-olgul-Makki, wesanteul-yop-chagi, du-anak-Pyo [dua tangan dibuka]-bitureo-jabadangkigi [memutar dan menarik], twio-yop-chagi dan yang pertama sikap ogeum [kembali lutut]-hakdari-seogi. Jumbi-seogi adalah bo-jumeok-moa-seogi [dibungkus lanjut tinju moa-seogi], di mana, sebagai langkah terakhir pelatihan Poomsae, dua terbungkus lanjut tinju ditempatkan di depan dagu, yang memiliki signifikansi penyatuan dan moderasi, sehingga energi spiritual bisa mengalir bebas ke dalam tubuh serta dua tangan. Garis Poomsae melambangkan tanda Budha [swastika], dalam peringatan santo Wonhyo, yang berarti keadaan tidak mementingkan diri yang sempurna dalam Buddhisme mana asal, substansi dan pelayanan datang ke harmoni.

Senin, 15 Februari 2016

Taekwondo



Pertandingan perdebatan Federasi Dunia Taekwondo
Fokus Menyerang
Negara asal Korea
Pencipta Upaya berkolaborasi dengan perwakilan dari sembilan, kwans asli.[1] Nama Taekwondo disarankan oleh Choi Hong Hi dari Oh Do Kwan.
Praktisi terkenal Anderson Silva, Hee Il Cho, Chang Keun Choi, Choi Hong Hi, Hwang Su Il, Kwang Jo Choi, Young Il Kong, Han Cha Kyo, Nam Tae Hi, Jong Soo Park, Jung Tae Park, Yeon Hwan Park, Chong Chul Rhee, Steven López, Servet Tazegül, Jade Jones, Anthony Obame, Juan Antonio Ramos, Jhoon Rhee, Ki Ha Rhee, Tran Trieu Quan, S. Henry Cho, Bas Rutten, Chuck Norris, Dan Hardy, Mirko Filipović, Joe Rogan, Rose Namajunas, Michelle Gordon, Zlatan Ibrahimovic, Anthony Pettis.
Orang tua shotokan, Taekkyeon, Subak, Karate Okinawan
Olahraga olimpik Sejak 2000 (Peraturan FDT)
Nama Korea
Hangeul 태권도
Hanja 跆拳道
Alih Aksara yang Disempurnakan Taegwondo
McCune–Reischauer T'aegwŏndo
Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do atau Taekwon-Do) adalah seni bela diri asal Korea yang juga sebagai olahraga nasional Korea. Ini adalah salah satu seni bela diri populer di dunia yang dipertandingkan di Olimpiade.[2]

Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.

Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhkan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

Tiga materi dalam latihan

Filosofi sabuk pada Taekwondo

Istilah dalam Taekwondo

Bagian-bagian tubuh

Seogi (kuda-kuda)

Pukulan, sabetan, tusukan, tendangan, dan tangkisan

Lihat pula

Referensi

Bacaan lanjutan

Pranala luar